Jumat, 07 Desember 2012

Tutorial Belajar Bahasa Pemrograman C++

Pemrograman C++ ,mari kita belajar bahasa program C++, hf..sekarang saya sudah semester 3 tidak mempelajari pascal lagi, sekarang udah masuk ke bahasa C++, nah mudah mudahan saya bisa deh menguasai bahasa pemrograman ini, do'ain ya sobat semua, sekarang apa sih pengertian bahasa pemrograman C++ itu ?


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas :

Bahasa Pemrograman C++
C++ adalah bahasa pemrograman komputer C++ dikembangkan di Bell Labs (Bjarne Stroustrup) pada awal tahun 1970-an, Bahasa itu diturunkan dari bahasa sebelumnya, yaitu BCL, Pada awalnya, bahasa tersebut dirancang sebagai bahasa pemrograman yang dijalankan pada sistem Unix, Pada perkembangannya, versi ANSI (American National Standart Institute) Bahasa pemrograman C menjadi versi dominan, Meskipun versi tersebut sekarang jarang dipakai dalam pengembangan sistem dan jaringan maupun untuk sistem embedded, Bjarne Stroustrup pada Bell labs pertama kali mengembangkan C++ pada awal 1980-an, Untuk mendukung fitur-fitur pada C++, dibangun efisiensi dan sistem support untuk pemrograman tingkat rendah (low level coding). Pada C++ ditambahkan konsep-konsep baru seperti class dengan sifat-sifatnya seperti inheritance dan overloading.[rujukan?] Salah satu perbedaan yang paling mendasar dengan bahasa C adalah dukungan terhadap konsep pemrograman berorientasi objek (Object Oriented Programming).
Perbedaan Antara Bahasa pemrograman C dan C++ meskipun bahasa-bahasa tersebut menggunakan sintaks yang sama tetapi mereka memiliki perbedaan, C merupakan bahasa pemrograman prosedural, dimana penyelesaian suatu masalah dilakukan dengan membagi-bagi masalah tersebut kedalam su-submasalah yang lebih kecil, Selain itu, C++ merupakan bahasa pemrograman yang memiliki sifat Pemrograman berorientasi objek, Untuk menyelesaikan masalah, C++ melakukan langkah pertama dengan menjelaskan class-class yang merupakan anak class yang dibuat sebelumnya sebagai abstraksi dari object-object fisik, Class tersebut berisi keadaan object, anggota-anggotanya dan kemampuan dari objectnya, Setelah beberapa Class dibuat kemudian masalah dipecahkan dengan Class.

VBScript

VBScript atau lengkapnya Visual Basic Scripting Edition adalah sebuah bahasa skrip yang diinterpretasikan saat dieksekusi yang dikembangkan oleh Microsoft Corporation pada tahun 1996 yang seringnya digunakan dalam penjelajah web Internet Explorer (dapat digunakan mulai versi Internet Explorer 3.0). VBScript merupakan sebuah bahasa skrip turunan dari bahasa pemrograman Visual Basic for Applications (VBA) yang digunakan di dalam Microsoft Office dan beberapa platform pengembangan buatan Microsoft lainnya. VBScript menghilangkan beberapa fungsi dari VBA, seperti halnya fungsi I/O berkas dan akses langsung terhadap sistem operasi untuk menyediakan sebuah platform yang aman untuk mengembangkan aplikasi berbasis web dengan menggunakan platform Active Server Pages (ASP). Internet Explorer merupakan penjelajah web pertama yang menyediakan dukungan terhadap kode skrip yang ditulis dalam bahasa VBScript. VBScript dapat dijalankan di atas Windows 9x/ME, Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, Windows Vista, Windows Server 2008 serta beberapa platform UNIX.
VBScript tidak dapat digunakan untuk membuat program yang berdiri sendiri. Akan tetapi, VBScript harus dimasukkan ke dalam sebuah berkas HTML. Ketika Internet Explorer membuka dokumen berkas HTML tersebut, VBScript dapat melakukan fungsi yang sama seperti JavaScript--skrip tersebut akan dieksekusi. VBScript juga dapat digunakan untuk membuat sebuah alikasi HTML (yang memiliki ekstensi .HTA) yang membutuhakan paling tidak Internet Explorer 5 atau yang lebih baru agar dapat berjalan. HTA tidak seara langsung menggunakan Internet Explorer, tetapi menggunakan sebuah program, yakni MSHTA.EXE, yang menginterpretasikan dan menjalankan kode.
Skrip VBScript yang dimasukkan di dalam berkas HTML harus dimasukkan di antara tag <SCRIPT>...</SCRIPT>. Berikut ini adalah contohnya (yang akan menampilkan sebuah dialog box berisi Hello World! ketika sebuah tombol diklik oleh pengguna):
<INPUT TYPE="BUTTON" VALUE="Tekan di sini" NAME="BtnHello">
<SCRIPT LANGUAGE="VBScript">
    Sub BtnHello_OnClick
        MsgBox "Hello World!", 0, "Dokumen yang aktif"
    End Sub
</SCRIPT>
Penjelajah Web lainnya seperti Firefox dan Opera tidak memiliki dukungan terhadap VBScript secara langsung. Hal ini berarti untuk kompatibilitas maksimum dengan browser lainnya, para pengembang web site pun menggunakan JavaScript.
Selain oleh penjelajah Web, VBScript juga dapat dieksekusi oleh aplikasi Windows Scripting Host (WSH). Umumnya, berkas VBScript yang dijalankan oleh WSH ini adalah berkas teks biasa dengan ekstensi .vbs dan dapat dieksekusi dengan menggunakan command-line maupun dengan desktop Windows. Windows memiliki dua buah program yang dapat menginterpretasikan berkas vbs yakni, cscript.exe dan wscript.exe.

Mengenal Assembly

Bahasa Assembly (Assembler) adalah bahasa pemrograman yang tergolong dalam Bahasa Pemrogaman Tingkat Rendah (Low Level Language) dan hanya setingkat diatas bahasa mesin (Machine Language).

Assembly memiliki kelebihan yang tidak dapat digantikan oleh bahasa pemrogaman manapun. Diantaranya adalah :
- Hasil program memiliki tingkat kecepatan yang tinggi.
- Ukuran dari program kecil.
- Sangat mudah untuk mengakses Sistem Komputer.

Dalam sssembly,anda akan mengenal Segment dan Offset,Segment dan Offset merupakan suatu angka 16 bit (direpresntasikan dalam bilangan hexa) yang menunjukkan suatu alamat tertentu di memory komputer. Pasangan segment : offset ini disebut juga alamat relatif. Selain alamat relatif, terdapat juga alamat mutlak berupa angka 20 bit (juga direpresentasikan dalam bilangan hexa). Alamat mutlak ini dapat dihitung dengan mengalikan segment dengan 10 hexa dan ditambahkan dengan offset.
Contoh : segment : offset
0100 : 1234
Alamat relatifnya adalah : 02234

Interrupt dalam assembly adalah permintaan kepada microprocessor untuk melakukan suatu perintah. Ketika terjadi permintaan interupsi, microprocessor akan mengeksekusi interrupt handler , yaitu suatu program yang melayani interupsi.

Setiap interrupt handler itu memiliki alamat masing – masing yang disimpan dalam bentuk array yang masing – masing terdiri dari 4 byte (2 offset dan 2 segment). Array ini disebut vektor interupsi . Vektor interupsi ini disusun berdasarkan nomor interupsi yaitu dari hexa. Selain itu, dikenal juga istilah service dan subservice, maksudnya adalah bahwa setiap interrupt itu dibagi menjadi beberapa bagian yang mempunyai tugas masing – masing. Tetapi ada juga interrupt yang tidak memiliki service, contohnya int 29.

Register dalam assembly adalah merupakan sebagian memory dari microprocessor yang neniliki kecepatan sangat tinggi. Dapat juga dianalogikan bahwa register merupakan kaki tangan dari microprocessor.
Register dibagi menjadi lima bagian besar yaitu :
1. Segment Register (16 bit)
Register untuk menunjukkan alamat dari suatu segment. Yang termasuk register segment :
. CS (Code Segment)
Menunjukkan alamat segment dari program yang sedang aktif.
. DS (Data Segment)
Menunjukkan alamat segment dari data program (variabel).
. SS (Stack Segment)
Menunjukkan alamat segment dari stack yang digunakan program.
. ES (Extra Segment)
Merupakan register segment cadangan.
2. Pointer dan Index Register (16 bit) Register untuk menunjukkan alamat dari suatu offset.
Yang termasuk register pointer dan index :
. SP (Stack Pointer)
Berpasangan dengan SS (SS : SP).
. BP (Base Pointer)
Berpasangan dengan SS (SS : BP).
. DI (Destination Index)
Berpasangan dengan ES (ES : DI). Dipakai untuk operasi string.
. SI (Source Index)
Berpasangna dengan DS (DS : SI). Dipakai untuk operasi string.
3. General Purpose Register (16 bit)
Register ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan, tetapi masing – masing juga memiliki fungsi khusus. Jenis register ini memiliki ciri khas, yaitu dapat dibagi lagi menjadi register 8 bit, register tinggi/high, dan register rendah/low.
Yang termasuk register general purpose :
. AX –> AH|AL (Accumulator)
Untuk menangani operasi arithmatika.
. BX –> BH|BL (Base)
Untuk menunjukkan alamat offset.
. CX –> CH|CL (Counter)
Untuk looping, menunjukkan berapa kali looping terjadi.
. DX –> DH|DL (Data)
Untuk menampung sisa pembagian bilangan 16 bit.
4. Index Pointer Register (16 bit)
Hanya terdiri dari 1 register yaitu IP yang berpasangan dengan reguster CS (CS : IP) untuk menunjukkan alamat instruksi selanjutnya yang akan dieksekusi.
0125. Flags Register (1 bit)
Register ini berfungsi untuk menunjukkan suatu kondisi (ya atau tidak).
Register ini hanya bernilai 0 dan 1.
Yang termasuk register flags :
. OF (Overflow Flag) 1 jika terjadi overflow
. SF (Sign Flag) 1 jika digunakan bilangan bertanda
. ZF (Zero Flag) 1 jika hasil operasi bernilai 0
. CF (Carry Flag) 1 jika operasi menghasilkan carry
. PF (Parity Flag) 1 jika hasil operasi bilangan genap
. DF (Direction Flag) 1 jika alur proses alur proses menurun pada string
. IF (Interrupt Flag) 1 jika proses dapat diinterupsi
. TF (Trap Flag) 1 jika dapat ditrace / debug
. AF (Auxiliary Flag) digunakan pada operasi bilangan BCD
. NT (Nested Task) digunakan untuk menangani interupsi beruntun
. IOPL (I/O Protection Level) digunakan untuk mode proteksi (2 bit)

Bahasa assembly tidak seperti bahasa tingkat tinggi (High Level Language) yang biasanya memiliki IDE – Integrated Development Environment, bahasa assembly dapat diketikkan dalam berbagai macam editor teks, misalnya BC, TC, TURBO, NOTEPAD, EDIT, dan editor teks lainnya. Yang perlu diingat bahwa ekstensi dari program assembly haruslah .ASM. Setelah program assembly diketikkan dan disimpan dengan ekstensi .ASM, maka program tersebut harus dikompilasi menjadi Object File berekstensi .OBJ, dan kemudian harus dilink menjadi executable file (.EXE/.COM), executable file inilah yang baru dapat dijalankan.
Untuk mengcompile : C:\TASM
Untuk melink : C:\LINK
C:\Option /t untuk melink file ke .COM
C:\Untuk melink menjadi .EXE, hilangkan option /t ini.
namun sekarang IDE untuk assembly bermacam-macam,satu yang paling saya sukai yaitu RadASM.. ^_^

VARIABEL
Dalam assembly dikenal beberapa jenis data, yaitu :
- db (define byte) –> Besarnya 1 byte (0h – FFh)
- dw (define word) –> Besarnya 2 byte (0h – FFFFh)
- dd (define double word) –> Besarnya 4 byte (0h – FFFFFFFFh)
- df (define far word) –> Besarnya 6 byte (0h – FFFFFFFFFFFFh)
- dq (define quad word) –> Besarnya 8 byte (0h – FFFFFFFFFFFFFFFFh)
- dt (define temp word) –> Besarnya 10 byte (0h – FFFFFFFFFFFFFFFFFFFFh)
10. INT, MOV, JMP, dan LEA
—————————-
INT

INT adalah perintah untuk melaksanakan suatu interupsi.
Syntaxnya adalah : INT no_interupsi
Contoh : INT 20h ; untuk program terminate
MOV

mOV adalah perintah untuk mengisi nilai ke register, variabel, atau alamat memory tertentu.
Syntaxnya adalah :MOV destination,source
Contoh : MOV AX,5 ; nilai AX akan berisi 5
JMP

JMP adalah perintah untuk melakukan lomptan ke label tertentu.
Syntaxnya adalah : JMP nama_label
Contoh : JMP label1 ; Program akan melompat ke label1
LEA

LEA adalah perintah untuk mendapatkan alamat dari sebuah variabel.
Syntaxnya adalah : LEA variabel
Contoh : lea si,bil1 ; si akan berisi offset bil1
11. Tambahan
————–
Beberapa hal penting yang perlu diingat :
. Bagian deklarasi variabel tidak boleh dijalankan, harus dilewati dengan melakukan lompatan ke label setelahnya.
. Semua perintah assembly yang membutuhkan 2 operand seperti MOV memiliki syarat sebagai berikut :
- Kedua operand besarnya harus sama.
Contoh : MOV ax,bl ; ini salah karena AX 16 bit dan bl 8 bit
MOV al,bl ; ini benar, AL dan BL besarnya 8 bit
- Kedua operand tidak boleh keduanya variabel
Contoh :
MOV a,b ; ini salah, kedua operand a dan b adalah variabel
MOV al,b ; kedua perintah ini untuk menggantikan perintah
MOV a,al ; yang salah diatas
- Register segment tidak boleh diisi langsung, harus menggunakan perantara
Contoh :
MOV es,0b800h : salah, es tidak boleh diisi langsung
MOV ax,0b800h ; kedua perintah ini untuk menggantikan perintah
MOV es,ax ; yang salah diatas
. Untuk intterupt, ingatlah bahwa setiap interrupt memiliki syarat – syarat sebelum dipanggil. Penuhi syarat – syarat itu sebelum melakukan intterupt.

Contoh Program
Program berikut ini akan membersihkan layar, kemudian akan muncul sebuah kalimat dan akan diminta untuk memasukkan sebuah karakter. Kemudian akan ditampilkan lagi sebuah kalimat diikuti dengan karakter yang tadi dimasukkan. code segment
assume cs : code
org 100h
begin : jmp start
kal1 db ‘Masukkan sebuah karakter : $’
kal2 db 10,13,’Karakter yang anda masukkan adalah : $’
kar db ?
start : mov ah,0
mov al,3h
int 10h
mov ah,9h
lea dx,kal1
int 21h
12mov ah,1h
int 21h
mov kar,al
mov ah,9h
lea dx,kal2
int 21h
mov al,kar
int 29h
mov ah,4ch
int 21h
code ends
end begin
Simpanlah program diatas dengan ekstensi .asm (misal test.asm), kemudian compile program tersebut dengan perintah :
tasm
misal : tasm test.asm
Maka akan dihasilkan sebuah object file berekstensi .obj, kemudian link file tersebut dengan perintah :
tlink /t
misal : tlink /t test.obj
Maka akan dihasilkan sebuah file berekstensi .com, cobalah jalankan !
Penjelasan :
- Perhatikan baris begin : jmp start, karena baris berikutnya adalah deklarasi variabel, maka harus dilewati dengan perintah jmp start (melompat ke label start).
- Pada baris kal1 db ‘Mas….. $’ disini kita mendeklarasikan sebuah variabel untuk pencetakan string, ingatlah selalu untuk menambahkan tanda ‘$’ diakhir sebuah string.
- Pada baris kal2 db 10,13,’… $’ sama seperti baris sebelumnya, tetapi disini kita menambahkan 2 karakter, karakter 10 untuk turun baris, karakter 13 untuk memindahkan kursor ke awal baris.
- Pada barus start : mov ah,0 sampai baris int 10h, disini kita melakukan interupsi 10h service 0h, yaitu untuk mengganti modus layar, al berisi 3 berarti modusnya adalah teks 80 x 25. Efek yang terjadi adalah layar akan bersih.
- Pada baris mov ah,9 sampai baris int 21h (2 baris dibawahnya), kita melakukan int 21h service 9h, yaitu untuk mencetak sebuah string. Register dx harus berisi alamat dari string yang akan dicetak.
- Pada baris mov ah,1h sampai baris mov kar,al, kita menggunakan int 21h service 01h, yaitu untuk meminta input 1 karakter dan ditampilkan ke layar. Karakter yang diinput akan berada pada register al setelah interupsi dilakukan, maka kita isikan ke variabel kar dengan perintah mov kar,al
- Selanjutnya pada baris mov al,kar dan int 29h, kita menggunakan int 29h yang tidak memiliki service, fungsinya untuk mencetak 1 karakter yang ada pada register al.
note : untuk melihat nomor-nomor service-service yang terdapat pada komputer gunakan program Helppc
Bahasa rakitan atau lebih umum dikenal sebagai Assembly adalah bahasa pemrograman tingkat rendah yang digunakan dalam pemrograman komputer, mikroprosesor, pengendali mikro, dan perangkat lainnya yang dapat diprogram. Bahasa rakitan mengimplementasikan representasi atas kode mesin dalam bentuk simbol-simbol yang secara relatif lebih dapat dipahami oleh manusia. Berbeda halnya dengan bahasa-bahasa tingkat tinggi yang berlaku umum, bahasa rakitan biasanya mendukung secara spesifik untuk suatu ataupun beberapa jenis arsitektur komputer tertentu. Dengan demikian, portabilitas bahasa rakitan tidak dapat menandingi bahasa-bahasa lainnya yang merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi. Namun demikian, bahasa rakitan memungkinkan programmer memanfaatkan secara penuh kemampuan suatu perangkat keras tertentu yang biasanya tidak dapat ataupun terbatas bila dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman tingkat tinggi.
Pada bahasa rakitan, programmer umumnya menggunakan sebuah program utilitas yang disebut sebagai perakit (bahasa Inggris: assembler) yang digunakan untuk menerjemahkan kode dalam bahasa rakitan tersebut ke dalam kode mesin untuk perangkat keras tertentu. Sebuah perintah dalam bahasa rakitan biasanya akan diterjemahkan menjadi sebuah instruksi mnemonic dalam kode mesin, berbeda halnya dengan kompiler pada bahasa pemrograman tingkat tinggi yang menerjemahkan sebuah perintah menjadi sejumlah instruksi dalam kode mesin.
Beberapa perangkat lunak bahasa rakitan terkenal biasanya menyediakan tambahan fitur untuk memgasilitasi proses pengembangan program, mengontrol proses perakitan, dan alat bantu debugging.

ALASAN ALASAN MENGGUNAKAN BAHASA RAKITAN
Ada beberapa dasar alasan menggunakan bahasa rakitan dilihat dari sudut pandang penggunaannya:
Bahasa rakitan dibandingkan dengan bahasa mesin, bahasa rakitan merupakan representasi atas bahasa mesin yang dirancang agar lebih mudah dipahami oleh manusia. Dengan menggunakan bahasa rakitan, seorang programmer dapat lebih mudah mengingat instruksi-instruksi dengan menggunakan simbol yang lebih dapat dimengerti dibandingkan bila menggunakan simbol mnemonic kode mesin secara langsung. Demikian halnya pula dengan mekanisme lompatan yang umum terdapat dalam bahasa mesin yang biasanya menggunakan alamat memori, programmer dapat lebih mudah menggunakan fasilitas labeling yang terdapat bahasa rakitan dibandingkan menggunakan alamat memori tertentu dalam kode mnemonic.
Bahasa rakitan dibandingkan dengan bahasa tingkat tinggi, bahasa rakitan memungkinkan programmer untuk mengontrol serta memanfaatkan secara penuh kapabilitas yang terdapat atas suatu perangkat keras, berbeda halnya dengan bahasa pemrograman tingkat tinggi yang memiliki banyak keterbatasan dalam pemanfaatan secara penuh suatu perangkat keras. Bahasa rakitan menjanjikan tingkat unjuk kerja yang maksimum karena sifatnya yang menerjemahkan secara langsung instruksi rakitan menjadi instruksi mesin, berbeda halnya dengan bahasa pemrograman tingkat tinggi yang biasanya menerjemahkan sebuah instruksi menjadi sejumlah kode mesin.
[sunting] Representasi kode mesin
Bahasa rakitan menerjemahkan sebuah instruksi rakitan menjadi instruksi mesin, umumnya mekanisme penerjemahan ini bersifat 1-1, karenanya dapat disebutkan pula bahwa setiap instruksi dalam bahasa rakitan merupakan representasi dari instruksi kode mesin.
Sebagai contoh, berikut adalah instruksi yang digunakan pada prosesor x86 untuk memindahkan nilai 97 sebesar 8-bit ke dalam register prosesor AL. Kode biner atas instruksi pemindahan adalah 10110 diikuti dengan 3-bit pengenal atas register yang akan digunakan. Pengenal atas register AL dalam hal ini adalah 000. Kemudian, nilai 97 dalam kode biner adalah 01100001, sehingga kode mesin yang digunakan untuk memindahkannya adalah sebagai berikut:[1]
10110000 01100001
Kode biner ini dapat diubah agar lebih mudah dibaca manusia dengan mengkonversikannya dalam bilangan heksadesimal sebagai berikut:
B0 61
Pada instruksi diatas, B0 berarti: ‘Pindahkan nilai berikut ke register AL’, dan 61 adalah representasi bilangan heksadesimal untuk nilai 01100001, atau 97 dalam bilangan desimal. Bahasa rakitan untuk prosesor Intel menyediakan simbol mnemonic MOV (yang merupakan singkatan dari move) untuk instruksi serupa sehingga kode mesin sebelumnya dapat ditulis dalam bahasa rakitan sebagai berikut:
MOV AL, 61h       ; Isi register AL dengan nilai 97 (61h)
Bahasa rakitan memungkinkan programmer menambahkan komentar atas setiap instruksi yang ditulis untuk mempermudah pembacaan dan lebih mudah pemahamannya

Bahasa Pemrograman Ruby

Banyak bahasa pemograman yang berkembang saat ini tak terkecuali bahasa pemograman ruby. Bahasa ruby diciptakan oleh seorang programer asal jepang bernama “Yukihiro Matsumoto” pada tahun 1993. Yukihiro Matsumoto ingin membuat bahasa scripting yang berorientasi objektif. Matsumoto menggabungkan bagian-bagian dari bahasa pemograman pearl,smalltalk,eiffel dan lisp untuk membentuk bahasa baru yang seimbang antara pemograman fungsional dengan imperaktif.  Bahasa ruby ditulis dengan bahasa pemograman C dengan kemampuan dasar perl dan python.
Kelebihan-kelebihan bahasa ruby:
  • Sintaks sederhana.

  • Memiliki exception handling yang baik.
  • Bahasa Pemrograman Berorientasi Objek.
  • Mengusung konsep single inheritance.
  • Open source, siapa saja dapat menggunakannya dengan cuma-cuma dan dapat ikut berpartisipasi mengembangkannya.
  • Memiliki garbage collector yang secara otomatis akan menghapus informasi tak terpakai dari memori.
Sistem Operasi (OS) yang di dukung:
  • Linux
  • Windows
  • MacOS X
  • BeOS
  • OS/2
  • Unix

Bahasa pemrograman

Bahasa pemrograman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer, adalah teknik komando/instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.
Menurut tingkat kedekatannya dengan mesin komputer, bahasa pemrograman terdiri dari:
  1. Bahasa Mesin, yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode bahasa biner, contohnya 01100101100110
  2. Bahasa Tingkat Rendah, atau dikenal dengan istilah bahasa rakitan (bah.Inggris Assembly), yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode-kode singkat (kode mnemonic), contohnya MOV, SUB, CMP, JMP, JGE, JL, LOOP, dsb.
  3. Bahasa Tingkat Menengah, yaitu bahasa komputer yang memakai campuran instruksi dalam kata-kata bahasa manusia (lihat contoh Bahasa Tingkat Tinggi di bawah) dan instruksi yang bersifat simbolik, contohnya {, }, ?, <<, >>, &&, ||, dsb.
  4. Bahasa Tingkat Tinggi, yaitu bahasa komputer yang memakai instruksi berasal dari unsur kata-kata bahasa manusia, contohnya begin, end, if, for, while, and, or, dsb.
Sebagian besar bahasa pemrograman digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Tinggi, hanya bahasa C yang digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Menengah dan Assembly yang merupakan Bahasa Tingkat Rendah.

Daftar Bahasa Pemrograman

Berikut ini adalah daftar bahasa pemrograman komputer:

Sejarah ClearOS

Sejarah ClearOS

Apa itu ClearOS ?
ClearOS adalah linux khusus untuk keperluan network, gateway, dan server. ClearOS diturunkan dari Linux RedHat Enterprise, di bentuk sedemikian rupa sehingga mudah digunakan, aman, dan stabil.


Linux Clarkconnect
Pertama kali, perusahaan yang bernama Point Clark Network membuat Linux khusus server yang dinamakan Clarkconnect di tahun 2000.
ClarkConnect 2
ClarkConnect 3
ClarkConnect 4
Transformasi menjadi ClearOS
Di tahun 2009, ClearCenter mengakuisisi Point Clark Networks, termasuk asetnya yaitu Linux ClarkConnect. ClearCenter kemudian membentuk yayasan bernama ClearFoundation sebagai developer Linux baru, yaitu ClearOS. Sedangkan ClearCenter sendiri menjadi perusahaan support teknis untuk ClearOS.
  
ClearOS sendiri diturunkan dari Linux CentOS (ClearOS 5.x) dan kemudian saat versi 6, Clearfoundation memutuskan untuk menurukan langsung dari source code RHEL.
ClearOS 5.x
ClearOS 5.x merupakan awal perubahan dari ClarkConnect 5 menjadi ClearOS. Versi ini mencapai ketenarannya di 5.2. ClearOS 5.2 adalah seri ClearOS yang paling stabil, mudah digunakan, lengkap modul dan fiturnya, dan paling banyak pemakainya.
Tidak heran saat ClearOS 6.x sudah hadir, pengguna setia ClearOs masih banyak yang bertahan di ClearOS 5.2.
ClearOS 5.x hanya menghadirkan 1 varian, yaitu ClearOS 5.x Enterprise. Diturunkan dari CentOS 5.x, bersifat gratis dengan opsi update untuk modul-modul tertentu yang bersifat berbayar.
ClearOS 5.x juga menyediakan dukungan teknis untuk pengguna professionalnya berupa layanan ClearSDN dan ClearCARE. ClearSDN adalah layanan cloud untuk update sistem dan modul, sedangkan ClearCARE adalah layanan konsultasi teknis.

ClearOS 5.x 
ClearOS 6.x
ClearOS 6.x merupakan linux turunan dari RHEL 6.x. Di versi ini, ada dua varian, yaitu ClearOS 6 Community dan ClearOS 6 Professional.
ClearOS Community merupakan ClearOS versi gratis, ditujukan untuk para geeks yang hobby ngoprek dan dapat digunakan untuk server-server non kritis. ClearOS Community disebarluaskan tanpa ada dukungan teknis dari developer.
ClearOS Professional adalah versi berbayar. Stabil, aman, dukungan apps premium, dan dukungan teknis 100% dari developer, merupakan hal yang ada di ClearOS Professional. Lebih lengkap pembahasan tentang apa itu ClearOS Professional, dan mengapa anda harus menggunakannya untuk server produksi, perusahaan, institusi, sekolah, dll, silahkan dibaca di artikel "Mengapa harus menggunakan ClearOS Professional??? "
Komunitas ClearOS Indonesia
Komunitas ClearOS Indonesia dibentuk pada tanggal 25 Agustus 2010, yang ditujukan sebagai wadah untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman seputar menggunakan Linux ClearOS.
Sampai saat ini, Komunitas ClearOS Indonesia sudah berkembang dengan membentuk Regional yang tersebar di seluruh propinsi di Indonesia.
Anggota forum ClearOS Indonesia tercatat sudah mencapai lebih dari 7000 orang dan setiap hari terus bertambah.

Kamis, 06 Desember 2012

Tablet Android Ice Cream Sandwich buatan lokal Indonesia Murah

Tablet Android Ice Cream Sandwich buatan lokal Indonesia Murah

tablet ics buatan indonesia murah
Beberapa waktu lalu ada sebuah tab rakitan lokal dirilis. Namanya Movimax P3 Tablet. Tab ini adalah rakitan dari PT Bintang Mahameru Utama yang dirilis bulan Juli ini. Tab ini semenjak dirilis telah membukukan rekor penjualan dengan cepat. Tab ini diperkaya dengan sistem operasi Android 4.0 Ice Cream Sandwich yang cukup populer sehingga menarik minat orang yang ingin memilikinya. Selain itu harganya termasuk enak di kantong bagi peminat android pemula yang ingin mencoba Tab namun memiliki budget terbatas. Hal ini dikarenakan Movimax P3 sudah didukung dengan fitur yang cukup lengkap.
Dikutip dari Okezone, peminat tablet Ice Cream Sandwich lokal ini sudah mulai marak dan mereka membeli dari sentra ponsel maupun IT Center. Di Indomaret, Carrefour, Hypermart dan Giant pun Tab ini juga dijual disana. Movimax P3 memang hadir dengan harga yang sangat terjangkau untuk ukuran tablet yang memiliki prosesor sebesar 1,5 Ghz. Layar sentuh yang dimiliki oleh Movimax P3 ini adalah jenis capacitive super sensitive yang mendukung multitouch. Ini berarti Tab ini dapat “dicubit” dalam pengoperasiannya, yaitu ketika melakukan zoom in dan zoom out. Selain itu yang istimewa dari Tab ini adalah TV dan HDMI port nya yang bisa digunakan untuk bermain game dan dikoneksikan ke TV.
tablet ics buatan indonesia murah
Mengenai aplikasi jangan khawatir, sudah ada aplikasi untuk office di dalamnya. Tab ini bentuknya juga tidak tebal, cukup tipis untuk ukuran Tab buatan lokal. Yang sangat menarik adalah bahwa Tab ini dapat digunakan untuk menelepon seperti layaknya ponsel biasa. Mengenai dukungan kapasitas RAM sangat disayangkan hanya 256 MB, namun kapasitas penyimpanan internal sebesar 4 GB. Sedangkan untuk slot tambahan kartu memori sendiri support hingga mencapai 32 GB. Berikut adalah spesifikasi dari Tab ini:
  • Jaringan: GSM 900/1800
  • Dimensi: 200,8 x 114,9 x 11,1 mm
  • Layar: 7 “TFT layar dengan sentuhan kapasitif Resolusi WQVGA (800 x 480 piksel)
  • Koneksi: Bluetooth, USB, WiFi
  • Memori: Up to 32 GB
  • OS: Android Ice Cream
  • CPU: ARM 1.5GHz
  • kamera: Back Camera
  • Fitur: MP3, WAV, Video player, Audio player, TV, Android Market, Motion Sensor, dan lainnya
  • Baterai: 3200mAh, 3,7 V baterry lithium
Di pasaran, Tab ini dilepas dengan harga maksimum 1,5 juta rupiah. Kami bahkan menemukan satu toko online yang menjual Tab ini dengan harga 1,34 juta rupiah. Semoga anda semua yang sudah membeli Tab sebelum Movimax P3 dirilis tidak galau ya. (iwan)

Teknologi Super Amoled Pada Samsung

Teknologi Super Amoled Samsung | Layar Terbaik saat ini

Super Amoled merupakan teknologi layar lanjutan dari amoled. Dalam super amoled dilakukan berbagai macam perbaikan pada sisi visual dan fungsional. Dan yang paling terasa adalah dimensinya yang super tipis, sehingga respon terhadap sentuhan jari dapat lebih cepat.

Ketebalan yang dimiliki hanya 0,0001 mm saja.
Super amoled diklaim memiliki umur lebih panjang ketimbang amoled biasa serta performa kaca ini 20 persen lebih baik ketika dipakai di luar ruangan.


Karena performa yang diusumg ini sangat baik, maka tak heran bila teknologi amoled terus menerus berevolusi ke arah yang makin baik hingga muncul amoled plus pada bulan januari 2012 ini.

Berikut urutan versi amoled:
1. Amoled biasa.
2. Super Amoled.
3. Super Amoled Plus.
4. Super Amoled HD.
Kayaknya masih akan berlanjut terus nantinya. Dengar-dengar akan muncul HD Super AMOLED PLUS.

Hingga saat ini, hanya vendor ponsel merk Samsung saja yang memproduksi super Amoled. Mereka mengambil kebijakan untuk tidak membagi teknologi kaca ini ke pihak lain, meski ada beberapa merk ponsel yang menyerupai teknologi ini misalnya saja.

 Tambahan Kelemahan AMOLED:

1. Burn In, yaitu keadaan layar yg membekas akibat menampilkan objek yg statis dalam waktu lama
2. Tidak tahan lama, jika anda menginginkan gadget yg bisa dipakai jangka panjang jangan membeli gadget dengan layar AMOLED, karena layar AMOLED umurnya lebih pendek dari layar LCD
3. Akibat pembuatan yg rumit dan ditambah Quality Control dari pembuat layar ini (SAMSUNG), sehingga banyak sekali layar AMOLED yg cacad produksi dan kualitasnya tidak bagus
4. maslah layar seperti layar kuning (yellow tint), dan bahkan warna lain seperti pink, biru, abu2, dll jikaa menampilkan warna putih, sehingga warna putih jadi bukan putih, masalah layar bleeding (bercak saat menampilkan layar full hitam)
5. Ini teknologi baru, sehingga masih banyak kekurangan, tunggu saja perkembangan dan perbaikan dari layar AMOLED ini

Kelemahan tersebut berlaku di semua layar AMOLED sperti Super AMOLED,Super AMOLED Plus, dan seterusnya yg masih varian AMOLED

Jadi kesimpulannya, jika ingin membeli gadget untuk jangka panjang, sebaiknya pilih layar IPS atau IPS2 atau Backlight LED LCD, karna lebih awet

namun jika anda ingin membeli gadget untuk memanjakan mata dan menerima kekurangan di atas, dan bisa memakluminya, dan bersedia mengganti layar secara berkala jika rusak dan membeli produk baru jika keluar yg baru (misalnya galaxy s2 ke galaxy s3), maka beli lah produk berlayar AMOLED

Hal diatas adalah kekurangan AMOLED dari sudut pandang End User, yg dipostig di blog ini adalah kelemahan AMOLED dari sisi produsen.

sumber : http://bloggersolo.net/2012/05/teknologi-amoled-kelebihan-dan-kelemahannya/

Program C dengan Visual C++

Program C pada Windows dapat dikompilasi dan dieksekusi menggunakan Visual C++. Berikut adalah langkah-langkah menggunakan Visual C++ mulai dari cara membuat project hingga mengeksekusinya.
Membuat project
1. Buka Visual C++ Microsoft Developer Studio
2. Klik menu File – New
3. Klik tab Projects – Win32 Console Application
4. Isi Project Name dan tentukan Location (lokasi penyimpanan project)
5. Klik OK
Membuat file C
1. Setelah membuat project, klik menu File – New
2. Klik tab Files – Text File
3. Pastikan check box pada Add to Project terisi (checked) dan pilihan berisi nama project tadi
4. Pada isian File Name tulis nama file.c
5. Klik OK
6. Ketik program sesuai sintaks bahasa C dan klik menu File – Save
Mengompilasi dan Mengeksekusi file.c
1. Setelah membuat file C, klik menu Build – Compile file.c
2. Jika ada error, klik dua kali pada pesan error di bawah untuk mengetahui lokasi error
3. Setelah program diedit klik menu File – Save dan klik lagi menu Build – Compile file.c
4. Jika tidak ada error lagi, klik menu Build – Build file.exe
5. Jika ada error, klik dua kali pada pesan error di bawah untuk mengetahui lokasi error
6. Setelah program diedit klik menu File – Save dan klik lagi menu Build – Compile file.c
7. Jika tidak ada error lagi, klik menu Build – Build file.exe
8. Jika tidak ada error lagi, klik menu Build – Execute file.exe

Belajar Visual Basic 6.0 dari dasar

Visual Basic adalah sebuah alat yang memungkinkan kita untuk membuat aplikasi berbasis Windows GUI (Graphical User Interface). Aplikasi yang dihasilkan mirip seperti aplikasi-aplikasi windows lainnya, seperti MS Word, MS Excel, Wordpad, dsb; sehingga user yang terbiasa bekerja di lingkungan windows akan cepat menguasai aplikasi yang kita buat nantinya.

Aplikasi yang dibuat dengan Visual Basic bekerja berdasarkan event-event. Contoh event : user klik tombol, pilih menu, dll. Jadi ketika tidak ada event yang terjadi (user tidak melakukan apa-apa), aplikasi berada dalam kondisi tidak aktif. Sebenarnya semua aplikasi windows bekerja berdasarkan event-event. Contoh : MS Word tidak akan melakukan pekerjaan sebelum kita menyuruhnya (ketik teks, pilih warna, format font, dsb).

Penggunaan event ini sangat menguntungkan, karena kita tidak perlu menyelesaikan aplikasi hanya untuk mencoba sebuah event tertentu. Contoh : untuk melihat apakah aplikasi kita dapat membuka file, kita cukup menjalankan event tersebut (biasanya pemilihan menu file  open).

Sejarah Visual Basic
- Visual Basic for DOS dan Visual Basic for Windows diperkenalkan pada tahun 1991
- Visual Basic 3 dikeluarkan pada tahun 1993
- Visual Basic 4 dirilis pada akhir 1995 dengan menambahkan dukungan untuk aplikasi 32 bit.
- Visual Basic 5 dikeluarkan pada akhir 1996 dengan menghilangkan dukungan pembuatan aplikasi 16 bit.
- Visual Basic 6, 1998. Aplikasi yang dibuat dengan Visual Basic 6 dapat berjalan pada Windows 95, 98, Millenium, NT, 2000.

Pembuatan Aplikasi
Langkah Umum
1. Buat interface aplikasi dengan menempatkan control / object pada form.
2. Modifikasi properti control.
3. Buat kode pada event-event dari control, dan kode pelengkap (bukan event, misalnya fungsi/prosedur yang kita buat sendiri).

Dengan adanya event, maka kita dapat mengerjakan aplikasi per event. Jika satu event sudah berjalan dengan benar, kerjakan event yang lain. Dengan demikian cara kita membuat aplikasi menjadi modular (kerjakan event 1, event 2, event 3, dst sehingga menjadi aplikasi yang sebenarnya). Cara ini juga memudahkan kita untuk men-debug program apabila terjadi kesalahan.

Visual Basic berjalan pada 3 mode :
- Mode Design, dalam modus inilah pembuatan aplikasi dilaksanakan
- Mode Run, dalam mode ini aplikasi dijalankan.
- Mode Break, dalam mode ini aplikasi di hentikan sementara mengaktifkan Visual Basic Debugger (untuk mendebug program, biasanya dilakukan untuk melacak kesalahan/error).

Visual Basic IDE (Integrated Development Environment)


Window Utama

Window Utama terdiri dari Title Bar, Menu Bar, dan Toolbar. Pada Title Bar terdapat nama project, dan mode Visual Basic. Menu Bar menyimpan menu-menu yang berguna dalam pembuatan aplikasi. Dalam Toolbar kita dapat menemukan sejumlah shortcut dari menu-menu pada Menu Bar. Pada Window Utama juga terdapat posisi form dan ukuran form relatif terhadap layar dalam ukuran Twips.

Form

Di dalam form inilah kita membuat user interface aplikasi yang akan kita buat dengan menempatkan control-control. Bayangkan form sebagai kanvas, di dalam “kanvas” inilah kita akan menggambar bagaimana bentuk GUI aplikasi.

Toolbox

Didalam Toolbox kita dapat menemukan control-control yang dapat dipergunakan pada form. Control-control yang lain dapat ditambah dengan mengakses menu Project  Components atau dengan menekan tombol Ctrl + T.


Window Properties

Kita dapat merubah property-property dari object pada window property ini. Drop down pada window property menyimpan control-control pada form yang sedang aktif. Window property mempunyai 2 macam view, Alphabetic dan Categorized.

Form Layout Window

Dalam window ini kita dapat melihat posisi form relatif terhadap layar monitor kita.


Window Project

Window ini memperlihatkan daftar form dan module aplikasi yang sedang kita kerjakan.

Menempatkan control pada form
Ada 2 cara untuk menempatkan control pada form :
1. Klik ganda control pada toolbox. Aksi ini akan menambahkan control tersebut pada form dengan ukuran standar (default) di tengah-tengah Form.
2. Klik control di Toolbox, lalu pindahkan mouse pointer ke form. Tekan dan tahan tombol kiri mouse, drag sampai ukuran yang diinginkan, lepas tombol mouse.

Untuk memindahkan control, klik controlnya lalu pindahkan ke tempat yang anda inginkan. Pemindahan dapat juga dilakukan dengan menekan tombol Ctrl dan tombol panah kanan, kiri, atas atau bawah dengan catatan bahwa control yang ingin dipindahkan harus mendapat fokus.
Untuk merubah ukuran control, pindahkan mouse pointer ke tepi control, tekan dan tahan tombol kiri, drag sehingga didapat ukuran yang diinginkan. Cara lain yaitu dengan cara menekan tombol Shift dan tombol panah atas, bawah, kiri, atau kanan dengan catatan control yang ingin dirubah ukurannya harus mendapat fokus. Namun demikian, beberapa control tidak dapat dirubah ukurannya, contoh : CommonDialog, Timer.

Penamaan Control
Yang dimaksud dengan penamaan yaitu memberikan nilai kepada property Name pada control (semua control mempunyai property Name). Adapun aturannya :
- Maksimal 40 karakter
- Diawali dengan huruf
- Hanya boleh mengandung huruf, angka, dan garis bawah “_”.

Secara kesepakatan, untuk mempermudah membaca kode program, para programmer Visual Basic memberi awalan / prefix 3 huruf.


Visual Basic Object
Berikut ini akan kita bahas beberapa objek-objek dari Visual Basic.

1. Label
Label digunakan untuk menampilkan teks pada layar. Penamaan object label biasanya diberi awalan “lbl” untuk membedakannya dari object-object yang lain. Contoh: lblNamaPegawai, dapat digunakan untuk menamai sebuah label yang dipergunakan untuk menampilkan nama pegawai di form. Seperti object-object yang lain, label juga mempunyai property yang dapat dirubah/disetting pada waktu design-time atau pada waktu running-time. Beberapa property yang sering digunakan:
a. Alignment
Digunakan untuk memberi efek perataan tulisan pada label. Left Justify (rata kiri), Right Justify (rata kanan), Center (rata tengah).
b. Appereance
Digunakan dalam efek tampilan object. Flat atau 3D. Hanya dapat diatur pada design-time.
c. Autosize
Digunakan dalam penentuan ukuran object. Jika bernilai True maka ukuran label akan disesuaikan dengan ukuran tulisan/captionnya. Jika bernilai False maka ukuran label dapat kita tentukan sendiri.
d. BackColor
Digunakan dalam penentuan warna latar belakang dari label.
e. BackStyle
Digunakan dalam penentuan sifat label terhadap object lain yang berada dibawahnya. Transparent digunakan agar object lain yang berada dibawah label tersebut terlihat. Opaque digunakan agar object lain yang berada dibawah label tidak terlihat.
f. BorderStyle
Digunakan dalam penentuan border/garis tepi dari label. Gunakan None untuk membuat label tanpa border, atau Fixed Single untuk membuat label dengan border.
g. Caption
Mungkin ini property dari label yang paling sering kita atur. Dimana property caption menentukan tulisan apa yang akan ditampilkan oleh label tersebut.
h. Enable
Digunakan dalam penentuan apakah label itu dapat menerima event (click, double click, dsb) dengan nilai True atau tidak bila nilainya False.
i. Font
Digunakan dalam penentuan efek tulisan/caption. Jenis huruf, tebal, miring dapat ditentukan disini.
j. Fore Color
Digunakan dalam penentuan efek warna tulisan/caption label.
k. Visible
Digunakan dalam penentuan apakah label tersebut dapat terlihat atau tidak. Jika True maka kita dapat melihat label tersebut, sedangkan jika False kita tidak dapat melihat label tersebut.

2. TextBox
TextBox biasa dipakai untuk interaksi dengan user yang memerlukan input data dari keyboard. Misalnya kita gunakan textbox untuk nama user. Penamaan textbox diberi awalan “txt”. Sebagian besar property textbox sama dengan label, tetapi ada beberapa yang berbeda dan atau mempunyai arti yang tidak persis sama.
a. Enable
Jika property Enable dari textbox di set menjadi True maka kita dapat mengedit isi dari textbox, sedangkan jika bernilai False kita tidak dapat mengedit isi dari textbox tersebut.
b. MultiLine
Digunakan untuk menentukan apakah tulisan dalam textbox dapat terdiri dari beberapa baris. Jika bernilai True maka isi textbox dapat terdiri dari beberapa baris, sedangkan jika False hanya terdiri dari 1 baris.
c. Alignment
Berbeda dengan label, pada textbox property Alignment hanya dapat bekerja bila property MultiLine bernilai True.
d. PasswordChar
Digunakan untuk mengganti tampilan karakter yang kita ketik. Misalnya PasswordChar bernilai “*”, maka setiap karakter yang kita ketik akan ditampilkan dengan karakter “*” tersebut.
e. ScrollBar
Digunakan untuk menentukan apakah textbox tersebut memakai scrollbar atau tidak. None tanpa scrollbar, Horizontal jika textbox memakai scrollbar horizontal, Vertical jika textbox memakai scrollbar vertical, Both jika textbox memakai scrollbar horizontal dan vertical.
f. Text
Property textbox yang paling sering kita atur. Yaitu property tulisan/isi textbox.

3. CommandButton
CommandButton merupakan implementasi tombol pada Visual Basic. Jika kita memakai program berbasis windows yang lain, biasanya mereka menggunakan command button untuk interaksi user, seperti tombol OK, Cancel, Save, dsb. Awalan yang dipakai adalah "cmd". Property commandbutton sebagian besar sama dengan label. Beberapa perbedaan:
a. Cancel
Jika property ini bernilai True maka kita tidak perlu meng-klik tombol tersebut, kita cukup menekan tombol escape (ESC) pada keyboard. Dalam satu form hanya ada 1 tombol yang dapat mempunyai nilai True pada property Cancel-nya.

b. Default
Jika property ini bernilai True maka kita tidak perlu meng-klik tombol tersebut, kita cukup menekan tombol ENTER pada keyboard. Dalam satu form hanya ada 1 tombol yang dapat mempunyai nilai True pada property Default-nya.

4. OptionButton
OptionButton biasanya digunakan dalam pemilihan, dimana hanya satu pilihan yang dapat dipilih pada suatu saat tertentu. Penempatan OptionButton tergantung pada container-nya. Sekumpulan OptionButton dalam satu container, dianggap dalam satu grup dimana hanya ada 1 OptionButton yang dapat dipilih.

Disini 3 OptionButton dianggap satu grup dalam 1 container, yaitu form. Oleh karena itu hanya ada 1 OptionButton yang dapat dipilih (Option1). Bandingkan dengan gambar dibawah ini.



Dalam gambar diatas ada 2 OptionButton yang dipilih (Option2 dan Option4). Hal ini dimungkinkan karena container yang dipakai berbeda (Frame1 dan Frame2).
Jika sebuah OptionButton dipilih, maka property Value-nya bernilai True. Jika tidak dipilih maka Value-nya bernilai False.

5. CheckBox
Berbeda dengan OptionButton yang hanya dapat dipilih 1 dalam 1 container, kita dapat memilih satu, beberapa, atau bahkan semua checkbox karena chekbox tidak tergantung kepada container-nya. Walaupun begitu, kita dapat menempatkannya pada container seperti Frame untuk memberikan tampilan yang lebih jelas.



Property Value dari CheckBox terdiri dari 3 kemungkinan, 0-Unchecked, 1-Checked, 2-Grayed. Jadi dalam gambar kiri atas, nilai property Value Check1 adalah 0, Check2 adalah 1, dan Check3 adalah 2.

6. Menu Editor
Menu Editor dapat kita gunakan untuk membuat sistem menu dari program aplikasi. Jika terbiasa menggunakan program berbasis windows, tentu tidak asing lagi dengan istilah menu. Contoh : di dalam Microsoft Word kita dapat menemui menu-menu File, Edit, View dan sebagainya.
Untuk memulai pembuatan menu, aktifkan Menu Editor pada Toolbar Visual Basic. Jika icon nya disabled, aktifkan/tampilkan dulu form tempat dimana kita akan membuat sistem menu tersebut. Cara yang lain yaitu dengan klik kanan pada form tempat dimana kita akan membuat sistem menu lalu pilih Menu Editor.



Isi dari Caption akan ditampilkan pada layar, seperti property Caption pada Label. Jika Captionnnya diberi tanda "&" berarti selain mengklik menu kita dapat juga menggunakan tombol Alt dan huruf yang menyertai dibelakang tanda "&".
Isi dari Name adalah merupakan pengenal menu, seperti juga pada property Name pada object-object lainnya.
Menu juga dapat dilengkapi dengan Shortcut yang dapat dipilih dari Drop Down yang tersedia. Satu Shortcut hanya dapat diberikan kepada satu menu. (Contoh: Jika Ctrl+O sudah diberikan kepada Open, maka tidak bisa diberikan kepada menu Font, misalnya.)
Atur property Enabled untuk mengatur apakah menu dapat dipilih atau tidak dan property Visible untuk mengatur apakah menu dapat dilihat atau tidak.
Gunakan tombol panah kiri/kanan untuk mengatur indent dari menu. Menu yang berindent (menjorok ke dalam/kanan) adalah merupakan sub menu dari menu diatasnya yang menjorok lebih kekiri.  menu New dan Open merupakan sub menu dari menu File.

Fungsi String
Adakalanya didalam pembuatan sebuah program kita perlu memanipulasi string. Manipulasi ini dapat dilakukan dengan cara menggunakan fungsi-fungsi bawaan Visual Basic yang memang diperuntukkan untuk memanipulasi string. Berikut diberikan beberapa fungsi yang sering dipakai. (Catatan: dalam program, penulisan string diapit dengan tanda kutip ganda).

1. Val(string)
Fungsi Val menerima sebuah argumen berupa string dan merubahnya menjadi numerik. Contoh: Val("1990") akan menghasilkan angka 1990. Val("1990 AD") akan menghasilkan angka 1990. Val("Th 1990") akan menghasilkan angka 0.
2. Left(string, length)
Fungsi Left yang menerima 2 buah argumen yaitu string dan length, akan menghasilkan string sepanjang length karakter. Contoh: Left(“Global”,3) akan menghasilkan “Glo”
3. Right(string,length)
Jika fungsi Left mengambil karakter dari kiri, maka fungsi Right akan mengambil karakter dari kanan string sebanyak length karakter.
Contoh: Right(“Global”,3) akan menghasilkan “bal”
4. Mid(string,start,length)
Fungsi Mid akan mengambil karakter dari string dimulai pada posisi start sepanjang length karakter.
Contoh: Mid(“Global”,3,3) akan menghasilkan “oba”
5. Ltrim(string)
Fungsi Ltrim akan membuang semua spasi yang berada disebelah kiri string.
Contoh: Ltrim(“ Global”) akan menghasilkan “Global”
6. Rtrim(string)
RTrim akan membuang semua spasi yang berada disebelah kanan string.
Contoh: Nama = Ltrim(“Global ”) akan menghasilkan “Global”
7. Trim(string)
Fungsi Trim akan membuang semua spasi yang berada disebelah kanan dan di sebelah kiri string.
Contoh: Trim(“ Global ”) akan menghasilkan “Global”
8. Len(string)
Fungsi Len akan menghitung jumlah karakter yang terdapat pada string.
Contoh: Len(“Global”) akan menghasilkan 6
9. UCase(string)
Fungsi UCase akan merubah semua huruf pada string menjadi huruf besar/huruf kapital.
Contoh: UCase(“Global”) akan menghasilkan “GLOBAL”
10. LCase(string)
Kebalikannya dari UCase, LCase akan merubah semua huruf pada string menjadi huruf kecil.
Contoh: LCase(“GlobAL”) akan menghasilkan “global”

Percabangan Bersyarat

If..Then
IF THEN
hanya akan dijalankan bila benar

Contoh:
If Text1.Text = "Hallo" Then MsgBox "Hallo Juga!"

If..Then..Else
IF THEN

ELSE

END IF
Jika benar, jalankan , jika tidak jalankan .

Contoh:
If Val(Text1.Text) > 65 Then
MsgBox "Selamat! Anda Lulus"
Else
MsgBox "Maaf! Anda Tidak Lulus"
End If

Penggunaan IF..THEN..ELSE dapat saling berkait (nested):
IF THEN

ELSE
IF THEN

ELSE

END IF
END IF

Contoh:
If Val(Text1.Text) > 80 then
MsgBox "Nilai = A"
Else
If Val(Text1.Text) > 60 then
MsgBox "Nilai = B"
Else
MsgBox "Nilai = C"
End If
End If


Baris kode diatas dapat disederhanakan menjadi:
IF THEN

ELSEIF THEN

ELSE

END IF

Contoh:
If Val(Text1.Text) > 80 then
MsgBox "Nilai = A"
ElseIf Val(Text1.Text) > 60 then
MsgBox "Nilai = B"
Else
MsgBox "Nilai = C"
End If

Select Case
Digunakan untuk memilih dari beberapa pilihan bergantung pada nilai yang akan diuji. Pengujian dilakukan dari blok case teratas sampai terbawah, dan hanya ada satu blok case yang akan dijalankan.
SELECT CASE
CASE

CASE

CASE ELSE

END SELECT

Contoh:
Select Case Text1.Text
Case "A"
MsgBox "Nilai = 4"
Case "B"
MsgBox "Nilai = 3"
Case "C"
MsgBox "Nilai = 2"
Case "D"
MsgBox "Nilai = 1"
End Select

Pemindahan Fokus pada Textbox
Pemindahan fokus untuk textbox dapat dilakukan dengan 3 cara. Cara pertama ialah dengan menggunakan mouse, klik textbox yang ingin kita isi. Cara kedua ialah dengan menggunakan tombol “Tab” pada keyboard. Cara yang ketiga ialah dengan menggunakan kode pada event “keypress”.
Dengan cara pertama, kita cukup meng-klik textbox yang kita mau dengan mouse. Dengan cara ini pemindahan fokus textbox agak sulit dilakukan karena tangan kita harus meraih mouse dan menekan tombol kiri pada textbox yang ingin diisi terlebih dahulu.
Dengan cara kedua, pemindahan menjadi lebih mudah karena kita hanya cukup menekan tombol tab. Pada cara ini perpindahan fokus tergantung dari property TabIndex masing-masing textbox. Dimana nilai terkecil akan menerima fokus terlebih dahulu.
Cara ketiga lebih mudah lagi, karena perpindahan tidak tergantung pada property TabIndex tersebut. Cukup tekan enter dan kita set textbox mana yang akan menerima fokus berikutnya.

‘Kode dibawah ini akan memindahkan fokus ke Text2 setelah kita menekan Enter pada Text1
Private Sub Text1_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = vbKeyReturn then
Text2.SetFocus
End If
End Sub

Penggunaan event Change pada textbox
Event Change pada textbox terjadi bila kita merubah isi dari textbox melalui pengisian langsung pada textbox yang bersangkutan atau melalui perubahan setting pada property Text-nya pada saat running-time.

‘Kode dibawah ini akan menambahkan “a” dengan isi dari Text1 dan menyimpannya ke Text2
Private Sub Text1_Change()
Text2.Text = “a” & Text1.Text
End Sub

Visual Basic

Microsoft Visual Basic (sering disingkat sebagai VB saja) merupakan sebuah bahasa pemrograman yang menawarkan Integrated Development Environment (IDE) visual untuk membuat program perangkat lunak berbasis sistem operasi Microsoft Windows dengan menggunakan model pemrograman (COM).
Visual Basic merupakan turunan bahasa pemrograman BASIC dan menawarkan pengembangan perangkat lunak komputer berbasis grafik dengan cepat.
Beberapa bahasa skrip seperti Visual Basic for Applications (VBA) dan Visual Basic Scripting Edition (VBScript), mirip seperti halnya Visual Basic, tetapi cara kerjanya yang berbeda.[1]
Para programmer dapat membangun aplikasi dengan menggunakan komponen-komponen yang disediakan oleh Microsoft Visual Basic Program-program yang ditulis dengan Visual Basic juga dapat menggunakan Windows API, tapi membutuhkan deklarasi fungsi luar tambahan.[1]
Dalam pemrograman untuk bisnis, Visual Basic memiliki pangsa pasar yang sangat luas.[1] Sebuah survey yang dilakukan pada tahun 2005 menunjukkan bahwa 62% pengembang perangkat lunak dilaporkan menggunakan berbagai bentuk Visual Basic, yang diikuti oleh C++, JavaScript, C#, dan Java.[1]

Sejarah

Bill Gates, pendiri Microsoft, memulai bisnis perangkat lunak dengan mengembangkan interpreter bahasa Basic untuk Altair 8800, untuk kemudian ia ubah agar dapat berjalan di atas IBM PC dengan sistem operasi DOS. Perkembangan berikutnya ialah diluncurkannya BASICA (basic-advanced) untuk DOS. Setelah BASICA, Microsoft meluncurkan Microsoft QuickBasic dan Microsoft Basic (dikenal juga sebagai Basic Compiler).
Visual Basic adalah pengembangan dari bahasa komputer BASIC (Beginner’s All-purpose Symbolic Instruction Code). Bahasa BASIC diciptakan oleh Professor John Kemeny dan Thomas Eugene Kurtz dari Perguruan Tinggi Dartmouth pada pertengahan tahun 1960-an.[2] Bahasa program tersebut tersusun mirip dengan bahasa Inggris yang biasa digunakan oleh para programer untuk menulis program-program komputer sederhana yang berfungsi sebagai pembelajaran bagi konsep dasar pemrograman komputer.
Sejak saat itu, banyak versi BASIC yang dikembangkan untuk digunakan pada berbagai platform komputer,[2] seperti Microsoft QBASIC, QUICKBASIC, GWBASIC, IBM BASICA, Apple BASIC dan lain-lain.
Apple BASIC dikembangkan oleh Steve Wozniak, mantan karyawan Hewlett Packard dan teman dekat Steve Jobs (pendiri Apple Inc.).[2] Steve Jobs pernah bekerja dengan Wozniak sebelumnya (mereka membuat game arcade “Breakout” untuk Atari). Mereka mengumpulkan uang dan bersama-sama merakit PC, dan pada tanggal 1 April 1976 mereka secara resmi mendirikan perusahaan komputer Apple. Popularitas dan pemakaian BASIC yang luas dengan berbagai jenis komputer turut berperan dalam mengembangkan dan memperbaiki bahasa itu sendiri, dan akhirnya berujung pada lahirnya Visual Basic yang berbasis GUI (Graphic User Interface) bersamaan dengan Microsoft Windows. Pemrograman Visual Basic begitu mudah bagi pemula dan programer musiman karena ia menghemat waktu pemrograman dengan tersedianya komponen-komponen siap pakai.[2]
Hingga akhirnya Visual Basic juga telah berkembang menjadi beberapa versi, sampai yang terbaru, yaitu Visual Basic 2010. Bagaimanapun juga Visual Basic 6.0 tetap menjadi versi yang paling populer karena mudah dalam membuat programnya dan ia tidak menghabiskan banyak memori.[2]
Sejarah BASIC di tangan Microsoft sebagai bahasa yang diinterpretasi (BASICA) dan juga bahasa yang dikompilasi (BASCOM) membuat Visual Basic diimplementasikan sebagai gabungan keduanya.[3] Programmer yang menggunakan Visual Basic bisa memilih kode bahasa pemrograman yang dikompilasi atau kode yang harus bahasa pemrograman yang diinterpretasikan sebagai hasil porting dari kode VB.[3] Sayangnya, meskipun sudah terkompilasi jadi bahasa mesin, DLL bernama MSVBVMxx.DLL tetap dibutuhkan. Namun karakteristik bahasa terkompilasi tetap muncul (ia lebih cepat dari kalau kita pakai mode terinterpretasi).[3]

Perkembangan Visual Basic

Visual Basic 1.0 dikenalkan pada tahun 1991. Konsep pemrograman dengan metode drag-and-drop untuk membuat tampilan aplikasi Visual Basic ini diadaptasi dari prototype generator form yang dikembangkan oleh Alan Cooper dan perusahaannya, dengan nama Tripod. Microsoft kemudian mengontrak Cooper dan perusahaannya untuk mengembangkan Tripod menjadi sistem form yang dapat diprogram untuk Windows 3.0, di bawah kode nama Ruby.
Tripod tidak memiliki bahasa pemrograman sama sekali. Ini menyebabkan Microsoft memutuskan untuk mengkombinasikan Ruby dengan bahasa pemrograman Basic untuk membuat Visual Basic.

Dari waktu ke waktu

  • Proyek Thunder dimulai.
  • Visual Basic 1.0 dirilis untuk Windows pada Comdex/Windows Trade Show di Atlanta, Georgia pada Mei 1991.
  • Visual Basic 1.0 untuk DOS dirilis pada September 1992. Bahasa pemrogramannya sendiri tidak terlalu kompatibel dengan Visual Basic untuk Windows, karena sesungguhnya itu adalah versi selanjutnya dari kompiler BASIC berbasis DOS yang dikembangkan oleh Microsoft sendiri, yaitu QuickBASIC. Antarmuka dari program ini sendiri menggunakan antarmuka teks, dan memanfaatkan kode-kode ASCII tambahan untuk mensimulasikan tampilan GUI.
  • Visual Basic 2.0 dirilis pada November 1992. Lingkungan pemrogramannya lebih mudah untuk digunakan, dan kecepatannya lebih ditingkatkan.
  • Visual Basic 3.0 dirilis pada musim semi 1993 dan hadir dalam dua versi: Standar dan Professional. VB3 juga menyertakan versi 1.1 dari Microsoft Jet Database Engine yang dapat membaca dan menulis database Jet/Access 1.x.
  • Visual Basic 4.0 (Agustus 1995) adalah versi pertama yang dapat membuat program 32-bit seperti program 16-bit. VB4 juga memperkenalkan kemampuannya dalam membuat aplikasi non-GUI. Bila versi sebelumnya menggunakan kontrol VBX, sejak VB4 dirilis Visual Basic menggunakan kontrol OLE (dengan ekstensi file *.OCX), yang lebih dikenal kemudian dengan kontrol ActiveX.
  • Dengan versi 5.0 (Februari 1997), Microsoft merilis Visual Basic eksklusif untuk versi 32-bit dari Windows. Para programmer yang lebih memilih membuat kode 16-bit dapat meng-impor program yang ditulis dengan VB4 ke versi VB5, dan program-program VB5 dapat dikonversi dengan mudah ke dalam format VB4.
  • Visual Basic 6.0 (pertengahan 1998) telah diimprovisasi di beberapa bagian, termasuk kemampuan barunya, yaitu membuat aplikasi web. Meskipun kini VB6 sudah tidak didukung lagi, tetapi file runtime-nya masih didukung hingga Windows 7.

Pemrograman Berorientasi Objek (OOP)

Visual Basic merupakan bahasa yang mendukung Pemrograman berorientasi objek , namun tidak sepenuhnya, Beberapa karakteristik obyek tidak dapat dilakukan pada Visual Basic, seperti Inheritance tidak dapat dilakukan pada class module, Polymorphism secara terbatas bisa dilakukan dengan mendeklarasikan class module yang memiliki Interface tertentu. Visual Basic (VB) tidak bersifat case sensitif.[4]

Desain Visual dan Komponen

Visual Basic menjadi populer karena kemudahan desain form secara visual dan adanya kemampuan untuk menggunakan komponen-komponen ActiveX yang dibuat oleh pihak lain.[5] Namun komponen ActiveX memiliki masalahnya tersendiri yang dikenal sebagai DLL hell,Pada Visual Basic .NET, Microsoft mencoba mengatasi masalah DLL hell dengan mengubah cara penggunaan komponen (menjadi independen terhadap registry).[5]

Sabtu, 30 Juni 2012

Bahasa Pemrograman PHP

Bahasa PHP adalah bahasa scripting yang didesign untuk web. PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus lerdorf yang pada awalnya dibuat untuk menghitung jumlah pengunjung pada homepage nya. Saat ini PHP amat populer dan menggantikan Perl yang sebelumnya juga populer sebagai bahasa scripting web.  Saat ini PHP telah digunakan oleh berbagai situs populer baik luar negeri maupun situs dalam negeri. PHP menjadi populer karena kesederhanaanya dan kemampuannya dalam menghasilkan berbagai aplikasi web. Mulai dari counter, sistem artikel atau content management system, e-commerce/e-store, bulletin board/forum diskusi, dan sebagainya dapat dibuat dengan PHP.
Kelebihan PHP:
  • Aplikasi program dengan PHP cukup cepat dibandingkan dengan aplikasi CGI dengan Perl atau Phyton bahkan lebih cepat dibanding dengan ASP maupun Java dalam berbagai aplikasi web (Kecepatan ini bisa bervariasi karena dipengaruhi oleh tipe aplikasi dan jumlah pengunjung).
  • Tersedia baik di Windows maupun Linux, walau saat ini paling efektif di web server Apache dan OS Linux
  • Sintaks mirip C dan mudah dipelajari
  • Dalam sisi pemahamanan, PHP adalah bahasa scripting yang paling mudah karena memiliki referensi yang banyak, sehingga bahasa PHP menjadi bahasa yang populer untuk pemrogaman web.
Kelemahan PHP:
  • Tidak ideal untuk pengembangan skala besar
  • Tidak memiliki sistem pemrograman berorientasi objek yang sesungguhnya (sampai versi 4 ini)
  • Tidak bisa memisahkan antara tampilan dengan logik dengan baik (walau penggunaan template dapat memperbaikinya)
  • PHP memiliki kelemahan security tertentu apabila programmer tidak jeli dalam melakukan pemrograman dan kurang memperhatikan isu dan konfigurasi PHP
  • Kode PHP dapat dibaca semua orang,
  • PHP adalah bahasa yang tidak melakukan kompilasi dalam penggunaanya.